loading...

Belajar EKG cepat 20 menit Gratiss

Belajar EKG gratis sepuasnya? Mau? Boleh mampir kesini.


Memahami EKG dapat kita mulai dengan mempelajari gambaran EKG normal. Kita lihat gambar dibawah.
Gambar I : EKG Normal


Keterangan :
- Garis putus-putus hijau adalah garis isoelektrik.
- Garis putus-putus merah adalah interval PR, durasi normal adalah < 5 kotak kecil (kk) atau < 0,2 detik.
- Garis putus-putus biru adalah kompleks QRS, durasi normal adalah < 3 kk atau < 0,12 detik.
- Garis putus-putus hitam adalah Interval RR.
- Garis Kuning adalah segmen ST.
Gelombang P adalah defleksi positif pertama, gambarnya menyerupai bukit-cembung keatas. Gelembang Q adalah defleksi negatif pertama sebelum gelombang R, bentuknya kerucut menghadap kebawah, tetapi kadang-kadang gelombang ini hampir tidak kelihatan. Gelombang S adalah defleksi negatif pertama setelah gelombang R. Gelombang R sendiri membentuk kerucut yang selalu menghadap keatas, kecuali di lead aVR atau pemasangan elektroda ekstremitasnya terbalik. dan Gelombang T berbentuk seperti bukit letaknya setelah kompleks QRS

Gambar 2 (Lead II)



Beri nama masing-masing gelombang pada gambar 2 seperti contoh !
Hitung durasi interval PR dan kompleks QRS!
Hitung interval RR!
Hitung frekwensi nadi dari gambar diatas dengan cara :
1500 : Interval RR

LATIHAN II
Gangguan perfusi pada jantung disebabkan adanya penempitan atau sumbatan arteri koroner. Kondisi ini mengakibatkan otot jantung mengalami iskemi, injury bahkan kematian otot jantung. Pada sadapan EKG ditunjukan dengan perubahan segmen ST, gelombang T yang terbalik, dan gelombang Q Patologi. Gelombang T terbalik yang dikenal dengan T Inversi menunjukan kondisi otot jantung yang kekurangan oksigen atau iskemi, Q Patologi menunjukkan kematian otot jantung (old infark) sedangkan ST depresi dan ST elevasi menunjukan otot jantung sedang mengalami injuri menuju kematian (Infark akut). Pada pembahasan berikutnya kita akan melakukan latihan mengenal gangguan perfusi.

1. Mengenal gangguan perfusi.
Gambar 3 (Perubahan segmen ST)



a. ST elevasi (segmen ST berada diatas garis isoelektrik) artinya otot jantung sedang mengalami infark yang akut(baca:serangan jantung), dapat dilihat di lead II, III dan AVF pada gambar 3.
b. ST depresi (segmen ST dibawah garis isoelektrik) artinya sama dengan ST elevasi hanya kedalaman infarknya yang berbeda. Pada ST elevasi otot yang infark meliputi otot jantung dalam sampai yang terluar (disebut Transmural) sedangkan pada ST Depresi otot yang kena infark "hanya" meliputi otot jantung bagian dalam (subendocardial). ST depresi dapat dilihat di lead I dan aVL.

2. Menentukan lokasi yang terkena gangguan.
Gambar 4 (Lokasi Kelainan)



Keterangan :
Lead-lead yang berada diblok biru muda memproyeksikan kondisi jantung area Depan (Anterior) yakni Lead V1 sd V4, Lead yang berada diblok warna merah muda memproyeksikan kondisi jantung area kiri (Lateral) yakni Lead I, V5 dan V6, dan lead yang berada diblok warna kuning memproyeksikan kondisi jantung area bawah (inferior) yakni II, III dan aVF. Sedangkan lead aVR jarang dihiraukan.
Contoh : Bila kita melihat gambaran ST Elevasi di lead I, aVL, V5, dan V6 artinya terdapat "Infark Akut" di otot jantung sebelah kiri (Baca: Infark Akut Lateral kiri)

Kita lihat kembali Gambar 3.
Disana terdapat ST Elevasi di lead II, III dan aVF, maknanya kondisi jantung sebelah bawah sedang mengalami "injuri" disebut Infark Akut Inferior.
ST depresi di lead I dan aVL artinya terdapat kematian akut otot jantung subendocardial yang lokasinya berada di sebelah bawah jantung, disebut Non ST Elevasi Miocardial Infarction (Non STEMI)inferior.
LATIHAN ANALISA EKG
Udah bisa baca EKG? Yakin? Bener nih pengen bisa, latihan dong!
Nih beberapa gambar EKG buat latihan.
1.

Latihan
1. Hitung Interval R-R!
2. Hitung frekuensi nadi!
3. Lihat ada/tidak ST elevasi dan ST Depresi.
4. Kalao ada dimana letak kelainannya.
5. Hitung pula interval PR, Durasi Kompleks QRS.
6. Namai tiap-tiap gelombang pada gambar-gambar diatas!
DASAR-DASAR EKG
I. Kelistrikan Jantung


Pencetus impuls listrik jantung muncul dari SA Node terus menjalar ka AV Node, Berkas His, Cabang Berkas Kiri dan Kanan, Serabut Purkinje dan akhirnya sampai ke otot ventrikel jantung.
Arus listrik yang menjalar dari SA Node ke Berkas His membentuk Interval PR (lihat garis merah pada gambar diatas), dan arus listrik dari Cabang berkas sampai serabut purkinje membentuk Kompleks QRS (lihat garis hijau pada gambar diatas).
Durasi normal Interval tidak lebih dari 5 kotak kecil (kk), dan Kompleks QRS tidak lebih dari 3 kk. Untuk menghitung frekwensi detak jantung digunakan rumus : 1500: Interval R-R ( jarak R satu ke R berikutnya dalam kotak kecil).

II. Irama Jantung
Irama jantung terdiri dari 3 macam yaitu Irama Sinus, Irama Junction, dan Irama Ventrikel. Masing-masing irama dinamai sesuai dengan asal impuls listrik yang keluar. Bila pencetus impuls listrik keluar dari SA Node maka irama yang muncul disebut Irama Sinus, dari SA Node muncul Irama Junction dan dari Ventrikel disebut Irama Idioventrikuler (baca: Irama Ventrikel).

A. Irama Sinus
Asal impuls dari SA Node, kalau diibaratkan listrik di rumah pencetus SA Node ini adalah PLN sehingga dia mempunyai daya yang kuat mampu menghasilkan impuls 60-100x/menit. Ciri irama sinus adalah :
1. Gelombang P (+) (membentuk gambar cembung seperti bukit)
2. Kompleks QRS sempit tidak lebih dari 3 kotak kecil atau 0,12 detik.
Bila denyutan jantung normal 60-100 x/menit disebut irama sinus ritme, lebih dari 100x/menit disebut irama sinus takikardi, dan bila kurang dari 60x/menit disebut irama sinus bradikardi.


B. Irama Junction
Asal impuls dari area junction, impuls ini muncul bila SA Node gagal mengeluarkan impuls karena berbagai sebab. SA Node diibaratkan Genset dia tidak bisa menghasilkan daya sekuat listrik dari PLN hanya mampu menghasilkan impuls 40-60x/menit. Ciri irama junction adalah:
1. Gelombang P (-) (membentuk gambar cekung seperti lembah)
2. Kompleks QRS sempit tidak lebih dari 3 kotak kecil atau 0,12 detik.

Contoh Irama Junction takikardi







C. Irama Ventrikel
Asal impuls dari area Ventrikel, ibarat lampu templok dayanya kecil sekali hampir tidak bisa menerangi rumah, seperti itulah kira-kira irama ventrikel daya pompa jantung sudah sangat lemah, menghasilkan impuls 20-40 x/menit.
1. Gelombang P tidak ada
2. Kompleks QRS lebar lebih dari 3 kotak kecil atau 0,12 detik.

Bila denyut jantung lebih dari 40x/menit disebut Irama Ventrikel Takikardi. Bila sahabat menemui kasus seperti ini, segera raba denyut karotis pasien. Irama Ventrikel Takikardi dengan nadi tidak teraba perlu segera terapi kejut listrik (DC Shock).




Bila daya listrik jantung terus menurun, dia akan menunjukkan irama Ventrikel Fibrilasi seperti gambar dibawah ini :




III. Blok Jantung
Blok jantung merupakan hambatan pada jalur listrik jantung, ibarat kabel listrik dia sudah mulai berkarat sehingga konduksi listrik jadi melambat/terhalang.

A. AV Blok
AV Blok terjadi bila jalur SA Node ke AV Node (yang membentuk interval PR pada EKG) terhambat, maka Interval PR menjadi lebih panjang. Ibarat jalan tol macet, maka jarak tempuh ke tempat tujuan menjadi lebih lama. AV Blok dibagi menjadi 3 derajat sesuai tengan tingkat keparahan.


1. AV Blok derajat I

a. Interval PR memanjang > dari 5 kotak kecil
b. Durasi Interval PR setiap beat adalah sama.
Pada contoh gambar diatas menunjukkan interval PR lebih panjang dari normal yaitu 7 kk, dan setiap beat panjangnya sama.

2. AV Blok derajat 2 type mobitz I


a. Interval PR makin panjang dari 1 beat ke beat berikutnya.
b. Ada gelombang P yang tidak diikuti Kompleks QRS.
Pada contoh gambar diatas interval PR makin panjang yaitu 4kk, 9kk, 11kk, kemudian kompleks QRSnya tidak ada/menghilang.


3. AV Blok derajat 2 type mobitz II
a. Interval PR bisa normal, bisa panjang, tetapi tidak seperti mobitz 2 yang makin panjang.
b. Ada gelombang P yang tidak diikuti Kompleks QRS.
Pada contoh gambar diatas interval PR normal, tetapi ada gelombang P yang tidak diikuti kompleks QRS.

4. AV Blok derajat 3 / Total AV Blok (TAVB)
a. Gelombang P bisa 2 kali lebih banyak dari kompleks QRS.
b. Gelombang P dan kompleks QRS membentuk pola irama sendiri-sendiri.


B. Bundle Branch Block/Blok Cabang Berkas
Hambatan terjadi di jalur Cabang Berkas, karena cabang berkas terletak di area Ventrikel maka terjadi perubahan pada Kompleks QRS.
Ciri-ciri Rigth Bundle Branch Block (RBBB):
  1. 1. Kompleks QRS melebar lebih dari 3 kk
  2. 2. Kompleks QRS menyerupai huruf M (M Shape) di lead V1 dan V2.




Pada contoh gambar diatas Kompleks QRS mempunyai dua R, r pertama lebih kecil dan R kedua lebih besar yang mirip huruf M.
Ciri-ciri Left Bundle Branch Block sama dengan RBBB yaitu Kompleks QRS melebar dan membentuk seperti huruf M. Perbedaannya terletak pada kemunculan M Shape yang pada LBBB terlihat di lead-lead kiri yaitu I, aVL, V5 dan V6.

Sumber :
www.ecglibrary.com
keperawatam kardiovaskular (rsjhk)



RANGKUMAN EKG DASAR

1. Irama jantung
- Lihat di lead II
- Lihat gel. P : (+); (-); (tidak ada)
- Lihat komplek QRS (sempit atau lebar)
  1. Irama Sinus
- Gelombang P defleksi (+) positif/cembung keatas.
- QRS sempit <= 3 kotak kecil
- Frekwensi normal 60-100 x/m, disebut sinur ritme
- Bila HR <> 100 x/m disebut sinus takikardi
  1. Irama Junction
- Gel P defleksi (-) negatif/cekung kebawah
- QRS sempit <= 3 kotak kecil
- Frekwensi 40-60 x/m
  1. Irama Ventrikel
- Gelombang P Tidak ada/lurus
- QRS lebar > 3 kotak kecil
- Frekwensi 20-40 x/m
2. Menghitung frekwensi (x/menit)
- Bagi 1500 dengan jarak R-R (kotak kecil) atau
- Bagi 300 dengan jarak R-R (kotak sedang)
- Hitung gel R dalam 6 detik kalikan dengan 10.
3. Menentukan adanya gangguan konduksi
A. Blok AV
Hitung panjang interval PR, dimana panjang PR lebih dari 0,2 detik atau 5 kotak kecil
1) AV blok derajat I
- Interval PR memanjang > 5 kotak kecil secara konstan.
- Durasi/panjang Interval PR satu dengan interval PR berikutnya sama
- Setiap P diikuti Kompleks QRS
2) AV blok derajat II Mobitz type I (Wenckebach)
- Durasi/panjang Interval PR satu ke Interval PR berikutnya makin panjang.
- Ada gelombang P yang tidak diikuti Kompleks QRS.
3) AV blok derajat II Mobitz type II
- Durasi/panjang Interval PR normal.
- Ada gelombang P yang tidak diikuti Kompleks QRS.
4) AV blok derajat III/ Total AV Blok (TAVB)
- Gelombang P lebih banyak daripada Kompleks QRS hampir dua kali lipat
- Gelombang P tidak diikuti oleh Kompleks QRS.
- Kompleks QRS terbentuk dari depolarisasi Ventrikel

B.
Blok Cabang Berkas/ Bundle Branch Block (BBB)
- Identifikasi adanya bentuk komplek QRS seperti huruf M dengan lebar lebih dari 0,12 detik.
- Tentukan pada sadapan berapa Komplek QRS seperti hurup M tersebut
- Bila Kompleks QRS yang menyerupai huruf M ada di V1-V3 diidentifikasi sebagai RBBB, Bila terdapat di lead V4-V6 disebut LBBB
4. Menentukan adanya ganguan perfusi
- Identifikasi adanya T inversi, ST depresi dan elevasi, dan Q pathologi.
- Q patologi bermakna kematian jaringan otot jantung/old infark
- ST Elevasi dan depresi bermakna infark akut
- T inverted artinya iskemi


5. Menentukan adanya hipertropi
- Jumlahkan gel S di V1 dengan R di V5/V6, BILA > 35 KK menggambarkan LVH
- Identifikasi perbandingan antara S dengan R di V1

Sejarah Singkat EKG

Pada bahasan kita kali ini, kita akan membaca dan mengetahui bagaimana sejarah penemuan EKG dari sebelum sebelumnya, dan tahukah anda bahwa penelitian dalam menemukan EKG sudah mulai dilakukan mulai dari abad ke 16



Sejarah EKG kembali lebih dari satu setengah abad.


Part 1


1600 - 1800

1600. William Gilbert, Dokter untuk Ratu Elizabeth I, Presiden Royal College of Physicians dan pencipta 'filsafat magnetik', memperkenalkan istilah 'electrica' untuk benda-benda (isolator) yang menahan listrik statis. Dia mendapatkan kata dari bahasa Yunani untuk amber (electra). Sudah diketahui dari zaman kuno bahwa amber saat digosok bisa mengangkat bahan ringan. Gilbert menambahkan contoh lain seperti belerang dan menjelaskan apa yang kemudian dikenal sebagai 'listrik statis' untuk membedakannya dari gaya magnet yang lebih mulia. Dia melihat gagasannya sebagai bagian dari filosofi untuk menggantikan pandangan Aristotlean mengenai materi secara terus-menerus. [1]

1649. Sir Thomas Browne, Dokter, saat menulis untuk menghilangkan ketidaktahuan populer di banyak mata pelajaran, adalah yang pertama menggunakan kata 'listrik'. Browne menyebut kekuatan yang menarik "Listrik, yaitu kekuatan untuk menarik sedotan atau badan ringan, dan mengubah jarum dengan bebas ditempatkan". (Dia juga orang pertama yang menggunakan kata 'komputer' - mengacu pada orang-orang yang menghitung kalender.) [2]

1660. Otto Von Guericke membangun generator listrik statis pertama.

1662.
Karya Rene Descartes, Filsuf Prancis, diterbitkan (secara anumerta) dan menjelaskan pergerakan manusia dalam kaitannya dengan interaksi mekanis yang rumit dari benang, pori-pori, lorong-lorong dan 'roh binatang'. Dia telah mengerjakan gagasannya di tahun 1630-an namun tidak dipublikasikan karena penganiayaan terhadap pemikir radikal lainnya seperti Galileo. William Harvey mengembangkan gagasan serupa namun tidak pernah dipublikasikan. [3]


Jan Swammerdam


1664. Jan Swammerdam, seorang Belanda, membantah teori mekanisme gerak Descartes tentang gerak hewan dengan melepaskan jantung kodok hidup dan menunjukkan bahwa kodok itu masih bisa berenang. Ketika otak dihilangkan, semua gerakan berhenti (yang bisa sesuai dengan teori Descarte) tapi kemudian, ketika katak dibedah dan ujung saraf terputus dirangsang dengan pisau bedah, otot-ototnya berkedut. Ini membuktikan bahwa pergerakan otot bisa terjadi tanpa kaitan apapun dengan otak. Oleh karena itu transmisi 'roh hewani' tidak diperlukan.

Gagasan Swammerdam tidak diketahui secara luas dan karyanya tidak dipublikasikan sampai setelah kematiannya. Namun, dia menulis banyak surat dan temannya, Nicolaus Steno, menyerang gagasan Cartesian dalam sebuah ceramah di Paris pada tahun 1665. Boerhaave menerbitkan 'Book of Nature' Swammerdam di tahun 1730. Buku ini diterjemahkan ke bahasa Inggris pada tahun 1758.

1668 Swammerdam menyempurnakan eksperimennya pada kontraksi otot dan konduksi saraf. Dia menunjukkan beberapa karyanya kepada tokoh-tokoh terkenal seperti Grand-Duke Cosimo of Tuscany saat Grand Duke mengunjungi rumah ayah Swammerdam di Oude Schans di Amsterdam. Dalam satu percobaan ia menunda sebuah otot pada kaitan kuningan di dalam tabung kaca dengan tetesan air, untuk mendeteksi gerakan, dan 'mengganggu' saraf dengan kawat perak. Ini menghasilkan pergerakan otot, yang mungkin disebabkan oleh induksi muatan listrik kecil - walaupun Swammerdam tidak mengetahui hal ini.

1729 Stephen Gray, ilmuwan Inggris, membedakan antara konduktor dan isolator listrik. Dia menunjukkan pengalihan muatan listrik statis ke bola gabus di sepanjang 150 meter benang rami basah. Kemudian ia menemukan bahwa transfer dapat dicapai melalui jarak yang lebih jauh melalui kawat kuningan.


Jar Leyden

1745 Ahli fisika Belanda Pieter van Musschenbroek menemukan bahwa toples berisi sebagian dengan kuku yang diproyeksikan dari gabus di lehernya dapat menyimpan muatan listrik. Botol itu diberi nama 'Leyden Jar' setelah tempat penemuannya. Ewald Georg von Kliest of Pomerania menciptakan perangkat yang sama secara independen.

Dengan menggunakan stoples Leyden pada tahun 1746, Jean-Antoine Nollet, fisikawan dan tutor Prancis ke keluarga kerajaan Prancis, mengirimkan arus listrik melalui 180 Royal Guards saat demonstrasi untuk Raja Louis XV.



1769 Edward Bancroft, seorang ilmuwan Amerika, mengemukakan bahwa 'kejutan' dari ikan torpedo bersifat listrik dan bukan mekanis. Dia menunjukkan bahwa sifat kejutan serupa dengan tabung Leyden karena dapat dilakukan atau diisolasi dengan bahan yang sesuai. Ikan torpedo dan spesies lainnya diketahui secara luas memberikan kejutan dan sering digunakan untuk alasan terapeutik. Namun, teori listrik saat ini menyatakan bahwa listrik akan selalu mengalir melalui konduktor dan berdifusi jauh dari daerah dengan muatan tinggi ke daerah dengan muatan rendah. Karena jaringan hidup dikenal sebagai konduktor, tidak mungkin membayangkan bagaimana ketidakseimbangan muatan dapat terjadi di dalam hewan. Oleh karena itu hewan tidak dapat menggunakan listrik untuk konduksi saraf - atau untuk memberikan kejutan. Selanjutnya, 'air dan listrik tidak bercampur' sehingga gagasan tentang 'ikan listrik' pada umumnya tidak diterima. [4]

Belajar Singkat 5 menit Memulai membaca EKG



Bagaimana saya mulai membaca EKG?

Klik pada EKG untuk melihat pembesaran. Darimana Anda memulai saat menafsirkan EKG?

·         Di bagian kiri atas adalah informasi pasien, nama, jenis kelamin dan tanggal lahir
·         Di sebelah kanan itu berada di bawah satu sama lain Frekuensi, waktu konduksi (PQ, QRS, QT / QTc), dan sumbu jantung (sumbu P-atas, sumbu QRS dan sumbu T atas)
·         Lebih jauh ke kanan adalah interpretasi dari EKG yang ditulis (ini mungkin hilang dalam EKG 'segar', namun kemudian interpretasi kardiolog atau komputer akan ditambahkan)
·         Bagian kiri bawah adalah 'kecepatan kertas' (25 mm / s pada sumbu horizontal), sensitivitas (10mm / mV) dan frekuensi saringan (40Hz, menyaring suara dari lampu misalnya).
·         Ada kalibrasi. Pada awal setiap timbal adalah blok vertikal yang menunjukkan dengan amplitudo sinyal 1 mV. Jadi tinggi dan kedalaman sinyal ini adalah pengukuran voltase. Jika ini tidak diatur pada 10 mm, ada yang tidak beres dengan pengaturan mesin.
·         Akhirnya kita dapat menghidupkan EKG. Ini akan dibahas di bawah ini.

normal sinus rhytm
Perhatikan bahwa tata letaknya berbeda untuk setiap mesin, namun kebanyakan mesin akan menampilkan informasi di atas di suatu tempat.

Apa daftar ECG?





Elektrokardiogram

    Elektrokardiogram (EKG atau EKG) adalah daftar aktivitas listrik jantung.

Sama seperti otot rangka, otot jantung dirangsang secara elektrik untuk berkontraksi. Rangsangan ini juga disebut aktivasi atau eksitasi. Otot jantung bermuatan listrik saat istirahat. Bagian dalam sel bermuatan negatif relatif terhadap bagian luar (potensial istirahat). Jika sel otot jantung dirangsang secara elektrik, mereka mendepolarisasi (perubahan potensial istirahat dari negatif ke positif) dan kontrak. Aktivitas listrik sel tunggal dapat didaftarkan sebagai potensi aksi. Saat impuls listrik menyebar melalui jantung, medan listrik berubah terus menerus dalam ukuran dan arah. EKG adalah grafik sinyal jantung listrik ini.

 

EKG mewakili jumlah potensial aksi dari jutaan kardiomiosit


Potensi aksi individu dari masing-masing kardiomiosit dirata-ratakan. Hasil akhir, yang ditunjukkan pada EKG, sebenarnya adalah rata-rata miliaran sinyal listrik mikroskopik.

Selama depolarisasi, aliran ion natrium masuk ke dalam sel. Selanjutnya, ion kalsium mengalir ke dalam sel. Ion kalsium ini menyebabkan kontraksi otot yang sebenarnya.

Akhirnya potassium ion mengalir keluar dari sel. Selama repolarisasi, konsentrasi ion kembali ke keadaan precontraction. Pada EKG, gelombang potensial aksi yang menuju ke elektroda ditunjukkan sebagai sinyal positif (ke atas). Di sini elektroda EKG diwakili sebagai mata.




Pelepasan listrik jantung


Simpul sinoatrial (nodus SA) berisi sel pacu jantung fisiologis tercepat; Oleh karena itu, mereka menentukan detak jantung. Pertama atrium mendepolarisasi dan kontrak. Setelah itu ventrikel mendepolarisasi dan berkontraksi. Sinyal listrik antara atria dan ventrikel berpindah dari nodus sinus melalui atrium ke nodus AV (transisi atrioventrikular) ke bungkusnya dan kemudian ke cabang bundel kanan dan kiri, yang berakhir dengan jaringan serat Purkinje yang padat. Depolarisasi jantung menghasilkan gaya listrik yang memiliki arah dan besaran; sebuah vektor listrik Vektor ini berubah setiap milidetik depolarisasi. Pada vektor animasi untuk depolarisasi atrium, depolarisasi ventrikel dan repolarisasi ventrikel ditunjukkan.

Gelombang EKG yang berbeda

Gelombang P adalah hasil dari depolarisasi atrium. Depolarisasi ini dimulai pada nodus SA (sinoatrial). Sinyal yang dihasilkan oleh sel pacu jantung pada nodus SA dilakukan ke atrium kanan dan kiri. Repolarisasi atrium normal tidak terlihat pada EKG (tapi bisa terlihat selama infark atrium dan perikarditis).

Kompleks QRS adalah rata-rata gelombang depolarisasi kardiomiosit bagian dalam (endokard) dan luar (epikardial). Sebagai kardiomiosit endokard terdepolarisasi sedikit lebih awal dari lapisan luar, pola QRS khas terjadi (gambar).

Gelombang T mewakili repolarisasi ventrikel. Tidak ada aktivitas otot jantung selama gelombang T.

Satu detak jantung terdiri dari depolarisasi atrium -> kontraksi atrium -> p-gelombang, depolarisasi ventrikel -> kontraksi ventrikel -> ORS-kompleks dan fase istirahat (termasuk repolarisasi selama gelombang-T) antara dua jantung beats

Lihat ini [animasi dari siklus jantung]

Asal gelombang U tidak diketahui. Gelombang ini mungkin berasal dari "afterdepolarizations" dari ventrikel.

Huruf "Q", "R" dan "S" digunakan untuk menggambarkan kompleks QRS

·         T: defleksi negatif pertama setelah gelombang-p. Jika defleksi pertama tidak negatif, Q tidak ada.
·         R: defleksi positif
·         S: defleksi negatif setelah gelombang-R
·         Huruf cetak kecil (q, r, s) digunakan untuk menggambarkan defleksi amplitudo kecil. Sebagai contoh: qRS = q kecil, tinggi R, dalam S.
·         R`: digunakan untuk menggambarkan gelombang R kedua (seperti pada blok cabang bundel kanan)

Lihat gambar untuk beberapa contoh ini.

loading...

Recent Posts